Excavator menggali tanah, loader memuat material, dan crane mengangkat beban untuk ditempatkan pada posisi tertentu. Saat salah satu alat berat ini perlu dipindahkan ke proyek di Kalimantan Utara (Kaltara), siapkan model, berat, dan ukuran unit dalam posisi angkut. Catat juga perlengkapan yang tetap terpasang dan komponen yang akan dikirim secara terpisah.
Jenis Alat Berat dan Fungsinya di Proyek

Dalam satu proyek, ketiga alat ini bisa bekerja berurutan. Excavator membuka galian, loader memindahkan material lepas, lalu crane mengangkat komponen ke titik pemasangan. Jenis alat membantu menjelaskan tugasnya. Untuk mobilisasi, tim proyek dan tim angkutan memerlukan rincian unit dan perlengkapan yang benar-benar ikut berangkat.
Excavator untuk Penggalian
Excavator menggunakan lengan dan perlengkapan kerja seperti bucket untuk menggali. Misalnya, tim konstruksi dapat menggunakannya untuk membuka parit atau menyiapkan galian fondasi. Model dan perlengkapan yang dipilih mengikuti pekerjaan serta kondisi lokasi.
Catat posisi lengan saat angkut dan apakah bucket ikut terpasang. Saat membaca lembar spesifikasi, cocokkan keterangan lengan dan bucket dengan perlengkapan yang ada pada unit. Ukuran dalam dokumen bisa mengacu pada konfigurasi tertentu.
Loader untuk Memuat dan Memindahkan Material
Loader membantu mengambil material lepas dari tumpukan dan memindahkannya. Pada wheel loader, bucket depan dapat digunakan untuk membawa agregat dari area penumpukan dan memuatnya ke bak truk.
Untuk mobilisasi, catat jenis loader dan ukuran terlebarnya dalam posisi angkut. Jika tim proyek mengirim bucket secara terpisah, masukkan berat dan dimensinya sebagai muatan tersendiri. Beri tanda pada daftar komponen agar penerima tahu bucket mana yang akan dipasang pada unit tersebut.
Crane untuk Mengangkat Beban
Crane mengangkat dan menempatkan beban, misalnya balok atau komponen konstruksi yang perlu dipindahkan ke titik pemasangan. Tim proyek memilih konfigurasi pengangkatan sesuai pekerjaan dan kondisi lokasi.
Untuk mengangkut crane, minta tim teknis menjelaskan komponen yang ikut terpasang dan komponen yang berangkat terpisah, seperti pemberat. Kapasitas angkat pada spesifikasi menjelaskan kemampuan crane mengangkat beban. Berat unit dan komponennya perlu dicatat tersendiri untuk menyusun penawaran pengangkutan.
Apa Itu SIBATARAKU dan Mengapa Data Unit Penting?
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meluncurkan Sistem Barcode Alat Berat Kalimantan Utara atau SIBATARAKU pada 5 Oktober 2026. Pemerintah daerah menggunakan sistem tersebut untuk mendukung identifikasi, pendataan, dan pengawasan dalam tata kelola Pajak Alat Berat di Kaltara.
Untuk kebutuhan pengiriman, barcode logistik untuk mencatat perpindahan barang membantu petugas mencatat perpindahan atau serah terima barang pada titik pemindaian. Catatan itu berguna jika unit dan komponennya melewati titik penanganan berbeda. Tim angkutan tetap memerlukan data fisik unit untuk menilai rute dan kebutuhan penanganannya.
Persiapan Mobilisasi Alat Berat ke Kalimantan Utara

Catat Identitas dan Spesifikasi Unit dalam Konfigurasi Angkut
Catat merek, model, dan identitas pada pelat unit. Gunakan dokumen spesifikasi yang sesuai, lalu tulis panjang, lebar, tinggi, dan berat untuk kondisi yang akan berangkat. Sertakan foto dari beberapa sisi, terutama bagian yang menonjol dan perlengkapan yang ikut bersama unit. Jika proyek mengirim dua unit dengan model yang sama, beri identitas tersendiri pada foto dan catatan setiap unit.
Misalnya, excavator dapat direncanakan berangkat dengan bucket terpasang atau dengan bucket sebagai muatan terpisah, sesuai penilaian tim teknis. Untuk pilihan pertama, siapkan ukuran dan berat keseluruhan. Untuk pilihan kedua, siapkan data excavator dan bucket secara terpisah, serta tentukan siapa yang menangani bucket saat muat dan bongkar. Sepakati konfigurasinya sebelum penyedia menilai kebutuhan kendaraan dan ruang angkut.
Konfirmasi Akses Lokasi, Titik Serah, dan Bongkar Muat
Sebutkan lokasi unit akan dibongkar. Jika proyek memiliki gerbang sempit atau ruang putar terbatas, kirim foto akses dan jelaskan jalur masuk, tempat kendaraan bisa berhenti, dan siapa yang menerima unit. Di sisi asal, beri tahu penyedia jika unit perlu dipindahkan dari tempat penyimpanan sebelum bisa dimuat.
Jika mempertimbangkan cargo ke Kalimantan Utara, konsultasikan rute dan kebutuhan penanganan dengan Insan Cargo. Halaman rute mencantumkan komponen alat berat sebagai salah satu jenis barang. Untuk unit utuh, minta penyedia memastikan penerimaannya berdasarkan model, berat, dimensi, dan akses lokasi. Jika titik serah pengangkut berbeda dari lokasi kerja, tanyakan apakah penawaran mencakup penerusan.
Sepakati siapa yang menyediakan bantuan bongkar dan kapan lokasi dapat menerima kendaraan. Jika perlengkapan datang terpisah, berikan daftar komponen kepada penerima agar ia dapat mencocokkan barang dan menyiapkan tempat untuk menampungnya.
Cocokkan Jadwal Unit dengan Jadwal Komponen
Jika unit dan perlengkapannya berangkat terpisah, minta jadwal untuk masing-masing muatan. Misalnya, excavator sudah sampai di titik serah, tetapi bucket masih menunggu penerusan. Tentukan tempat menunggu untuk unit dan beri tahu tim proyek kapan keduanya diperkirakan tersedia. Gunakan jadwal kedatangan komponen terakhir saat mengatur waktu pemasangan dan menyiapkan tim di lokasi.
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Meminta Penawaran
Saat cek ongkir muat cargo, sertakan merek dan model, berat dan ukuran dalam konfigurasi angkut, rincian perlengkapan, foto unit, dua alamat lengkap, serta kebutuhan bongkar. Gunakan tarif umum sebagai gambaran awal rute. Minta penawaran yang mencantumkan kendaraan, pemuatan, titik serah, dan penerusan jika diperlukan untuk unit Anda.
Bandingkan penawaran dengan titik serah yang sama. Jika satu penyedia menyerahkan unit di gudang dan penyedia lain mengantar ke proyek, masukkan biaya dan pekerjaan untuk memindahkan unit dari gudang ke lokasi. Tanyakan juga siapa yang bertanggung jawab pada setiap perpindahan agar penerima tahu kepada siapa harus mengonfirmasi jadwal.
Saat meninjau penawaran, cocokkan data unit dan pekerjaan yang tercakup. Jika tim proyek memutuskan mengirim perlengkapan secara terpisah setelah menerima penawaran, beri tahu penyedia sebelum jadwal muat. Perubahan itu bisa memengaruhi ruang angkut, cara bongkar, dan pembagian pekerjaan di lokasi tujuan.



