Saat ingin membuat blog pribadi, memilih antara .web.id dan .my.id bisa terasa sederhana sampai harus benar-benar menentukan salah satunya. Keduanya sama-sama masuk akal, tetapi kesan yang dibawa dan pertimbangan penggunaannya tidak sepenuhnya sama.
Domain .web.id cenderung terasa lebih netral untuk blog yang dibangun berdasarkan topik, proyek, atau nama konten. Sementara .my.id dapat terasa lebih personal ketika nama dan identitas pemilik menjadi bagian utama dari blog.
Harga memang layak diperhitungkan, tetapi jangan berhenti pada promo tahun pertama. Arah blog, ketersediaan nama, biaya renewal, dan ketentuan registrar juga perlu masuk dalam keputusan.
.web.id vs .my.id, Mana yang Lebih Cocok untuk Blog Pribadi?
Keduanya dapat dipertimbangkan untuk blog pribadi. .my.id dapat terasa lebih selaras dengan blog yang menonjolkan identitas pemilik, sedangkan .web.id lebih netral untuk blog berbasis topik atau proyek.
Tidak ada aturan yang membuat blog pribadi harus menggunakan .my.id. Memakai .web.id juga tidak berarti website tersebut harus berbentuk portal besar atau dikelola sebuah organisasi.
Berdasarkan Kebijakan Pendaftaran Nama Domain PANDI Versi 10.0, .web.id diperuntukkan bagi masyarakat umum. Sementara .my.id diperuntukkan bagi perorangan, organisasi, atau entitas lain.
Jadi, pembeda yang lebih berguna bukan sekadar soal siapa yang boleh memakai ekstensi tersebut. Lihat bagaimana nama domain akan mendukung positioning blog dan apakah pilihan itu masih terasa tepat ketika blog berkembang.
Perbedaan .web.id dan .my.id yang Perlu Dipahami

Nama ekstensi memang menjadi perbedaan yang paling terlihat, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Untuk blog pribadi, perbandingannya lebih jelas jika dilihat dari beberapa aspek berikut.
PANDI V10 tidak mencantumkan daftar dokumen khusus pada butir .web.id maupun .my.id. Seluruh nama domain dalam pasal tersebut tetap harus didaftarkan menggunakan alamat email yang terverifikasi.
Informasi yang tampil pada registrar bisa saja tidak seragam. Karena itu, kebijakan PANDI dapat digunakan sebagai acuan utama, lalu prosedur aktual tetap dicek kembali di registrar tempat domain akan didaftarkan.
Ada satu pembedaan yang cukup penting: peruntukan resmi tidak sama dengan persepsi branding. PANDI mengatur cakupan penggunaan ekstensi, sedangkan kesan personal atau netral muncul dari cara nama domain tersebut diposisikan.
.my.id, misalnya, sering diasosiasikan dengan penggunaan personal. Namun, cakupan resminya tidak terbatas pada individu.
Begitu juga dengan .web.id. Ekstensi ini dapat dipertimbangkan untuk blog pribadi, tetapi karakternya bisa terasa lebih netral saat dipasangkan dengan nama topik, proyek, atau brand konten.
Kapan Sebaiknya Memilih .my.id dan Kapan .web.id?
Daripada mencari satu ekstensi yang “paling bagus”, lebih berguna melihat identitas seperti apa yang ingin dibangun lewat blog.
Coba tanyakan satu hal sederhana: apakah pembaca nantinya lebih diharapkan mengingat nama Anda atau nama blog/proyeknya? Jawaban itu bisa memperjelas pilihan.
Pilih .my.id jika Identitas Personal Menjadi Pusat Blog
.my.id layak dipertimbangkan ketika blog sangat melekat dengan identitas pemilik. Kata “my” pada ekstensi tersebut dapat memberi kesan yang lebih personal, meski kesan itu bukan aturan resmi mengenai penggunaannya.
Konteksnya bisa berupa blog yang menyatu dengan:
- personal branding;
- portofolio;
- profil profesional;
- catatan atau knowledge base pribadi;
- aktivitas freelancer atau kreator.
Bayangkan seseorang menggunakan nama pribadinya sebagai nama domain dan ingin dirinya tetap menjadi identitas utama website. Dalam situasi seperti itu, .my.id dapat terasa selaras dengan positioning yang ingin dibangun.
Tetap perlu dibedakan antara kesan dan hasil. Menggunakan .my.id tidak otomatis membuat personal branding menjadi lebih kuat karena nama domain hanyalah salah satu elemen dari identitas website.
Pilih .web.id jika Blog Lebih Berorientasi pada Topik atau Proyek
.web.id dapat dipertimbangkan ketika blog ingin lebih dikenal melalui nama topik, proyek, atau brand konten dibanding nama pemiliknya.
Pilihan seperti ini masuk akal untuk blog tutorial, niche blog, proyek digital, atau website yang identitasnya tidak terlalu bergantung pada satu orang.
Sebuah blog, misalnya, dapat dimulai oleh satu penulis tetapi menggunakan nama berdasarkan tema tertentu. Jika suatu saat blog tersebut berkembang dan melibatkan beberapa kontributor, identitas yang tidak terlalu personal masih bisa terasa relevan.
Ini tetap merupakan pertimbangan branding. Bukan berarti semua blog berbasis topik harus memakai .web.id.
Jangan Hanya Lihat Harga Domain Tahun Pertama
Harga murah sering menjadi alasan pertama saat orang mulai membandingkan .web.id dan .my.id. Pencarian seputar domain murah, promo, sampai domain gratis juga muncul dalam riset keyword untuk topik ini.
Masalahnya, harga saat checkout pertama belum tentu menggambarkan biaya domain dalam jangka yang lebih panjang.
Sebelum memilih, cek beberapa komponen berikut:
- Harga registrasi tahun pertama. Promo dapat membuat biaya awal terlihat jauh lebih murah pada periode tertentu.
- Biaya renewal. Lihat biaya yang harus dibayar ketika masa registrasi awal selesai.
- Masa berlaku promo. Harga promosi tidak selalu tersedia ketika waktunya memperpanjang domain.
- Ketentuan domain gratis. Penawaran tanpa biaya dapat muncul melalui promo atau bundling tertentu, bukan berarti ekstensinya gratis permanen.
- Registrar yang digunakan. Harga ekstensi yang sama dapat berbeda antarpenyedia.
Saat sumber registrar dibandingkan, harga .web.id dan .my.id memang tidak seragam. Artinya, biaya lebih tepat dilihat berdasarkan registrar dan promo yang berlaku saat pendaftaran, bukan dianggap sebagai harga tetap dari ekstensi tersebut.
Domain juga biasanya dipilih untuk penggunaan lebih lama daripada periode promo. Karena itu, harga awal yang sangat murah tidak harus menjadi faktor penentu.
Jika .web.id dan .my.id sama-sama sesuai dengan konsep blog, biaya registrasi dan renewal dapat digunakan sebagai salah satu pembeda berikutnya.
Apakah .web.id dan .my.id Berbeda dari Sisi SEO?
Tidak ditemukan dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa memilih .web.id daripada .my.id, atau sebaliknya, otomatis memberi keuntungan ranking di Google.
Google Search Central menjelaskan bahwa country-code top-level domain atau ccTLD merupakan salah satu sinyal kuat mengenai negara yang dituju sebuah website. Dalam perbandingan ini, .web.id dan .my.id sama-sama berada di bawah namespace .id.
Jadi, jangan menjadikan asumsi “ekstensi ini lebih SEO-friendly” sebagai alasan utama memilih salah satunya.
Relevansi nama dengan blog, kualitas konten, pengalaman pengguna, dan pengelolaan website tetap perlu dipisahkan dari anggapan bahwa ekstensi tertentu akan membuat halaman lebih mudah mendapatkan ranking.
Untuk keputusan antara .web.id dan .my.id, SEO bukan pembeda utama hanya berdasarkan nama ekstensinya.
Pilih Berdasarkan Arah Blog, Bukan Hanya Harga
Tidak ada satu pilihan yang otomatis paling tepat untuk semua blog pribadi. Jika identitas blog sangat melekat pada nama pemilik, .my.id dapat terasa lebih natural. Jika yang ingin ditonjolkan adalah topik, proyek, atau brand konten, .web.id dapat memberi kesan yang lebih netral.
Setelah arahnya jelas, cek nama yang tersedia, harga registrasi, biaya renewal, dan ketentuan registrar terbaru. Itu memberi dasar keputusan yang lebih kuat dibanding memilih hanya karena promo atau asumsi bahwa salah satu ekstensi lebih unggul untuk SEO.
FAQ
Apakah domain .web.id masih membutuhkan KTP?
Dalam Kebijakan Pendaftaran Nama Domain PANDI Versi 10.0, butir .web.id tidak mencantumkan daftar dokumen pendaftaran khusus seperti KTP. PANDI sebelumnya juga menyatakan bahwa dokumen persyaratan .web.id telah dihapus.
Karena masih dapat ditemukan registrar yang menampilkan informasi berbeda, cek kembali prosedur registrar yang akan digunakan sebelum mendaftar.
Apakah domain .my.id atau .web.id bisa didapat gratis?
Ada registrar yang dapat menawarkan .my.id atau .web.id melalui promo maupun bundling tertentu. Penawaran seperti ini tidak berarti ekstensi domain tersebut gratis secara permanen.
Referensi
PANDI. Kebijakan Pendaftaran Nama Domain Versi 10.0. 29 Agustus 2025. https://pandi.id/public/files/2025/8/kebijakan-pendaftaran-nama-domain-versi-10-0-bilingual-new-1756441612.pdf
PANDI. Newsletter Juli–Desember 2024. 2024. https://pandi.id/public/files/2024/12/newsletter-juli-desember-2024-ind-1735283908.pdf
Google Search Central. Managing Multi-Regional and Multilingual Sites. Google for Developers. https://developers.google.com/search/docs/specialty/international/managing-multi-regional-sites
DomaiNesia. “Kelebihan Domain .ID untuk Website Indonesia: Jenis, Manfaat, dan Cara Memilihnya.” 5 Maret 2026. https://www.domainesia.com/berita/kelebihan-domain-id/
DomaiNesia. Beli Domain .ID Murah & Terpercaya. https://www.domainesia.com/domain-id/
Qwords. Dapatkan Domain .ID Terbaik untuk Kebutuhan Bisnis Anda. https://www.qwords.com/domain-id/


