Apa Saja Jenis Investasi Leher ke Atas?, Pentingnya Layanan Cloud

Mengenal Investasi Leher ke Atas Beserta Contohnya

Diposting pada

Investasi kini menjadi hal yang diminati dan menjanjikan. Terkait hal itu, pernahkah mendengar investasi leher ke atas maksudnya investasi seperti apa? Investasi tersebut dinilai tepat bagi pemula dan berikut penjelasan lengkapnya.

Seperti Apakah Investasi Leher ke Atas?

Apakah Anda merasa awam mendengar investasi leher ke atas maksudnya apa? Meski terdengar unik, tapi berinvestasi leher ke atas merupakan jenis investasi yang berbeda dengan lainnya. Investasi ini tidak berbentuk fisik ataupun aset digital. 

Investasi leher ke atas hanyalah sebuah analogi untuk jenis investasi yang ditanamkan pada otak, yakni dengan modal berupa ilmu pengetahuan. Penyebutan leher ke atas dimaksudkan pada organ otak yang memang letaknya di atas leher. 

Mengapa Investasi Leher ke Atas Itu Penting?

Investasi leher ke atas memang tidak menghasilkan uang secara langsung, tapi punya peran penting dalam pengembangan diri seorang manusia. Investasi tersebut ditanamkan pada otak yang dapat meningkatkan softskill, hardskill, bahkan spiritual manusia. 

Investasi leher ke atas maksudnya adalah investasi yang dilakukan untuk tubuh, tepatnya di bagian otak. Apabila investasi lain perlu modal berupa uang, maka investasi ini modalnya berupa ilmu atau wawasan pengetahuan. 

Ilmu pengetahuan termasuk investasi yang tidak akan ada habisnya apalagi jika terus dibagi. Untuk itu, dengan memperbanyak ilmu di otak maka akan memperkaya pengetahuan dalam diri seseorang. Sebab itu, investasi ini sangatlah penting meski tidak tampak wujudnya. 

Apa Saja Jenis Investasi Leher ke Atas?

Apa Saja Jenis Investasi Leher ke Atas?

Sama dengan investasi lain yang banyak jenisnya, investasi leher ke atas juga bermacam-macam. Investasi leher ke atas maksudnya untuk otak, tapi metode atau jenis investasinya juga bervariasi. Berikut beberapa jenis investasi leher ke atas yang perlu Anda ketahui.

1. Investasi Skill

Skill atau keterampilan merupakan hal yang paling dibutuhkan saat ini. Tanpa memiliki skill yang memadai atau kompeten, tentu akan mempersulit diri dalam memperoleh pekerjaan. Ditambah lagi, persaingan dunia kerja yang begitu ketat. 

Maka dari itu, investasi skill merupakan hal wajib yang dimiliki manusia. Dengan skill, seseorang mampu menunjukkan kemampuannya dalam mengerjakan suatu hal atau berkarya. Skill juga membuktikan keahlian atau profesi yang bisa dijalankan seseorang. 

Investasi skill yang dapat dikembangkan, yakni softskill ataupun hardskill. Investasi softskill berupa pengembangan diri seperti kemampuan leadership, critical thinking dan lainnya. Sementara hardskill bisa berupa IT, menulis, coding, dan sebagainya. 

2. Investasi Spiritual

Jenis investasi leher ke atas berkaitan dengan kepercayaan manusia pada Tuhan-nya. Investasi tersebut berdasarkan kepercayaan masing-masing pribadi. Melalui pendekatan diri pada Sang Pencipta, diharapkan dapat memberikan ketenangan jiwa bagi seseorang. 

Investasi spiritual ini bukan sekadar mendekatkan diri pada Tuhan, tetapi bagaimana seorang manusia mampu seimbang dalam menjalani kehidupannya. Selain itu, investasi ini diyakini mampu membantu seseorang akan pencerahan di masa depan. 

3. Investasi Sosial

Investasi ini mempunyai peran penting untuk membantu manusia aktif dan berhasil dalam kehidupan sosialnya. Apabila seseorang mampu berinteraksi sosial dengan baik dan bisa memanfaatkannya, maka dapat mengembangkan hubungan sosial tersebut. 

Misalnya, yang awalnya hanya saling mengenal bisa menjadi rekan bisnis, kolega, atau pasangan hidup. Jadi, investasi sosial ini penting untuk mempertahankan ataupun meningkatkan eksistensi manusia dalam kehidupan sosialnya. 

Dengan berinvestasi sosial, Anda bisa membangun relasi yang luas sehingga dapat dimanfaatkan untuk beberapa kepentingan. Contohnya, melakukan kampanye kebaikan, memperoleh pekerjaan, menemukan sponsor, dan lainnya. 

Apa Saja Contoh Berinvestasi Leher ke Atas?

Setelah memahami penjelasan tentang investasi tersebut. Berikutnya, investasi leher ke atas maksudnya bagaimana menjalankannya juga perlu diketahui. Simak, cara melakukan berinvestasi leher ke atas berikut ini.

1. Pendidikan formal

Sebagai investasi yang dikhususkan bagi otak, maka pendidikan adalah cara utama dalam menanamkan ilmu pada otak. Kegiatan utama dalam pendidikan adalah belajar dan biasanya disertai praktik secara langsung. 

Di Indonesia sendiri, pendidikan formal diwajibkan selama 12 tahun mulai dari SD hingga SMA. Namun, investasi leher ke atas dalam pendidikan bukan sekadar belajar saja tetapi juga bersungguh-sungguh mengaplikasikan ilmu yang ada. 

2. Aktif mengikuti pelatihan atau workshop

Seiring berubahnya zaman, manusia juga perlu meningkatkan kemampuannya agar mampu menyesuaikan perubahan yang terjadi. Untuk itulah, banyak orang mulai sadar untuk mengembangkan dirinya melalui pelatihan ataupun workshop. Sekarang ini juga banyak tersedia program pelatihan atau workshop yang gratis dan bisa diakses secara online.  

3. Meningkatkan literasi 

Sudah bukan rahasia umum lagi jika masyarakat Indonesia dikenal malas membaca buku. Hal ini juga terbukti dari survei Program for International Student Assessment (PISA). Artinya, kemampuan literasi orang Indonesia sangatlah rendah. Tidak mengherankan jika peningkatan literasi menjadi hal penting. Cara untuk melakukannya pun sangat mudah, mulai dari rajin membaca buku, artikel, atau bahan literatur lainnya. 

4. Mempelajari hal baru

Dengan mempelajari hal-hal baru dapat menambah pengetahuan dan dapat meningkatkan ilmu. Sehingga akan menjadi investasi leher ke atas yang bagus dan dapt semua orang lakukan. Karena tinggal mencari ilmu lewat internet atau lainnya.

Itulah informasi seputar investasi leher ke atas maksudnya seperti apa dan caranya bagaimana. Selain itu, mencoba kegiatan baru yang menambah pengalaman juga termasuk investasi tersebut. Semoga info tersebut mendorong Anda untuk rutin berinvestasi leher ke atas pula. 

Seorang yang #MengakuBlogger tertarik pada ilmu Digital Marketing mulai dari SEO, SEM hingga Content Writing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.